Halaman Arsip 2

04
Des
08

MEMBANGUN KEhidupAN

Jilid 1 : Menelaah judul di atas, membuat kita harus berfikir. Dasar pemikirannya adalah, apa sebenarnya yang kita kerjakan dalam hidup di dunia ini ?.

Kehidupan adalah gerak hidup itu sendiri. Adapun hidup itu adalah mutlak, ketetapan dari pemberi hidup. Namun persoalan kehidupan adalah persoalan bagaimana kita membangun hidup kita. Bagaimana kita mengisinya, menjalaninya. Kita menciptakan norma dan sistem yang di gunakan dalam membangun kehidupan dan itu berlangsung secara terus menerus.

Hidup itu sendiri sebenarnya adalah bagian dari sistem yang berlaku dalam alam semesta ini. Sistematis hidup yang kita kenal sebagai hukum alam atau sunatullah sudah ada dan tersedia, kita hanya tinggal menjalankan, menyelaraskan, mengolah dan mengembangkannya sesuai dengan tujuan yang kita pilih. Sistematis hidup adalah mutlak dan harus menjadi acuan kita, karena jika kita membangun kehidupan yang bertentangannya, maka akan terjadi konflik yang berkepanjangan, kehilangan arah dan bentuk, baik di tingkat pemikiran maupun pelaksanaannya.

Membangun kehidupan adalah wajib bagi kita sebagai manusia. Hal itu perlu karena kita ingin mendapatkan hasil yang baik dari kehidupan yang ada. Untuk itu, sang pencipta sudah melengkapi perangkat hardware maupun software dalam diri kita. Mulai dari akal, sampai kepada bahasa sebagai alat komunikasi. Kemampuan gerak, ilham, kreatifitas, semua di berikan kepada kita. Jadi, jika kita tidak mau membangun kehidupan ini, padahal semua telah diberi olehNYA, maka kita sebenarnya bukan mahluk hidup. Kita terjepit di ruang kosong, kita menjadi bukan siapa-siapa, bingung dan sesat. Membangun kehidupan adalah pembuktian bahwa kita hidup dan meyakini ada yang memberi hidup.

04
Nov
08

23 dari 24 jam kita berbohong

Orang mengenal kata bohong sebagai pengingkaran atau tepatnya sombong. Bohong adalah kemampuan manusia  untuk menolak kebenaran yang ada atau setidaknya meniadakan yang mestinya ada. Maka itu untuk mendapatkan bohong diperlukan ketrampilan khusus terutama dalam mengkreasi situasi yang selanjutnya akan diselaraskan dengan makna kata, raut muka, gestur tubuh. Tarikan nafas juga disesuaikan dengan konsep bohong yang sedang akan dimainkan. pokoknya semua perhatian kita kerahkan agar program bohong dapat berhasil dengan sukses.Nonton tv jadi tidak nyaman. Diajak ngobrol jadi ga enak. Orang lain ketawa, sipembohong akan terus berpikir bagaimana agar kebohongannya tetap eksis.

Bohong butuh energi yang tidak sedikit, lobi dan kemampuan mengendalikan sabar deikerahakan. bahkan kadang dibutuhkan buku referensi khusus agar lawan kita mau percaya. Jika pada tahapan tertentu lawan bicara kita masih juga belum bisa menerima kebohongan kita, maka kita akan mencari cara, mulai dari yang pake senyum sampe kepada melotot. Nah saat melotot itulah kita masuk dalam jebakan situasi, karena saat itu bohong kita menjadi pembenaran, bohong menjadi dogma yang memaksa diri terus masuk. salah menjadi benar, bingung tidak lagi bisa keluar. Rasa malu dan tidak enak hati segera datang mem back up  mendorong kebohongan pada titik puncak.

Karena itu, 23 dari 24 jam hidup kita akhirnya hanya sibuk menjagai kebohongan yang sebenarnya tidak perlu.payah, bohong kok diajak main=main, ya gitu jadinya.

02
Okt
08

SAAT KEPALA BERJALAN SENDIRI

Betapa sampai saat ini kita sangat bergantung pada kepala. Bukan apa-apa karena didalamnya tersimpan bermacam keinginan. Dari yang sederhana hingga kepada bentuk-bentuk yang rumit. Dalam sehari kita bisa menggunakan kepala untuk berbagai kepentingan ( makanya dia sering sakit..!) Baik yang positif maupun yang negatif, semua berangkat dari kepala kita.

Saya sempat berpikir, kenapa juga tuhan membuat semuanya berkumpul dikepala. Mata untuk melihat, hidung untuk mendengar dan mulut sebagai humasnya. Mengapa tidak sekali-kali mata diletakkan dikaki agar kita bisa melihat celana dalamnya artis atau pantat besarnya ibu pejabat?!. Mumet aku…..

Dari kepala juga diri ini kemudian bergerak mencari bentuk. Setelah teman-teman pada pergi ( saya kira tadinya cuma pergi makan atau kewarnet ) eh ternyata pada kagak balik. Jadilah kepala ini penuh dan mulai memberontak mencari teman. Syukur pada malam lebaran yang baru lewat, film komedi saya akhirnya tayang. Meski terasa hambar, namun cukup membuat kepala ini terdiam sebentar. Setidaknya dia menikmati karyanya sendiri. Apalagi orang yang ada disekitarnya dapat tersenyum dengan menaikan ujung bibir mereka sekitar satu senti saja, cukuplah….

Setelah hampir dua minggu saya biarkan kepala ini berjalan sendiri, mencari kawannya dan membentuk kembali sesuai keadaan yang ada saya cukup tenang. Hati saya larang untuk ikut mengomentari. Belum saatnya, saya bilang……

Ada satu ganjalan yang mungkin nggak penting2 amat. Andai saja teman-teman masih disini mungkin kepala saya tambah senang, tapi sudahlah saya tidak berharap banyak. Toh mereka juga punya kepala yang juga butuh hidup……salam

12
Jul
08

NGOBROL ITU INDAH

Orang tua kita dulu sering marah, jika kita banyak ngobrol. Ngabisin waktu….begitu ujar mereka. Tapi sungguh ketika saya bertemu dengan kawan cabe rawit ternyata omongan orang tua dulu itu salah. Alasannya sederhana, ngobrol dengan cabe rawit sama sekali tidak membuang waktu karena tidak pedes dan cenderung manis malah. Obrolan kami seperti sedang main sepak bola. Operan long shoot maupun Foot to foot ball bener-benar rapih karena tepat sasaran. Masing-masing kami tidak perlu membuat penjagaan yang ketat, man to man marking istilah Edy sopyan, pengamat sepak bola yang sekarang dipenjara karena nipu. Kami benar-benar menikmati setiap tendangan yang dikirimkan. Saya baru tahu ternyata kawan cabe rawit itu adalah bekas pemain nasional yang entah mengapa dia memilih untuk bersembunyi dibelakang gawang. Saya hampir saja marah jika teman kecil itu tidak cepat menjelaskan alasannya. Kembali saat kami bermain oper mengoper bola, luar biasa indah. Penonton bertepuk tangan saat saya mengoper bola NIAT yang dengan tangkas ditangkap oleh teman saya itu. Walau dia sempat mengecoh saya – meski tidak dengan niat jahat – mengoper bola mentah yang sebetulnya bola itu bisa saja langsung dia tendang kearah gawang. Dalam hati saya berujar, ternyata teman satu ini punya niat yang tulus. Dia mengerti artinya bermain dan yang penting dia paham aturan…..hidup.

Saya bangga bisa kenal anda bung.

Salam

12
Jul
08

MENANGISLAH SAAT MEMANG ITU PERLU

Hati kita hanya punya dua ruang yang dapat kita masuki. Pertama jika kita membutuhkan kesedihan dan yang kedua jika kita ingin kegembiraan. Hati adalah tempat dimana ruangannya sejuk meski tanpa air conditioning. Menangislah disana jika kita memang perlu itu. Dijamin tidak ada yang melihat apalagi mentertawakan kita karena kita menangis. Merenunglah disana jika persoalan dikepala sudah mulai meluber dan tumpahannya kemana-mana. Tidak perlu penasehat, tidak perlu psikolog, aatu ibu yang biasa meninabobokan kita. Kawan hati adalah rumah tempat kita kembali jika lelah sudah mendera. ——-makanya tau batas dong.

Salam,

21
Jun
08

SAPA SALAM

Dua puluh empat jam itu singkat sekali, apalagi ketika kepala ini penuh dengan berbagai rencana. Karena itu aku merasa bersalah karena terlamabt merespon sapa teman-teman. Tapi aku yakin teman-teman adalah benar-benar teman jadi aku nggak takut kalian tinggal.

Dalam kesempatan ini aku mau sampaikan bahwa buku BEDA sudah menyebar mulai dari Jakarta hingga ke Denpasar. Bisa dibeli di GRAMEDIA atau TOGA MAS.

Tidak dalam waktu lama buku ketiga yang judulnya NYANYIA SUNYI akan segera dirilis….tunggu ya.!!

21
Jun
08

NYANYIAN SUNYI….sebuah novel

SEGERA TERBIT !!!

Cuplikan 1

_Surya baru saja keluar dari mesjid setelah selesai sholat subuh. Bangunan suci nan megah dengan sembilan pilar penyanggah itu terang benderang ditaburi puluhan lampu mercuri yang terpancar dari setiap sudut. Disamping kanan depan, berdiri menara tegak kokoh. Sengaja dibuat indah yang seindah-indahnya, dengan hiasan marmer corak kembang-kembang kelas satu yang diatasnya, paling atas dipasang empat buah pengeras suara berkekuatan tinggi yang mengurung penjuru angin. Untuk masuk kedalam ruang utama terdapat sepuluhan anak tangga yang memanjang. Sedangkan halamannya yang luas digunakan sebagai tempat parkir kendaraan. Dilengkapi dengan lampu taman dan pohon kesambi rindang. Rumah ibadah yang diwarnai hijau daun itu megah.

Pagi itu, masih terdengar sayup suara orang mengaji mengiring matahari bergerak keluar, menjejakkan keberadaannya di bumi yang rentan dan tua. Sekitar sepuluhan orang menuruni anak tangga dan langsung keluar, kembali kerumah masing-masing. Ibadah baru saja selesai, perjalanan hidup masuk pada babak berikutnya, mewarnai hati mereka. Berbagai gambaran keberhasilan maupun kesusahan terhampar rata dijalanan takdir. Orang – orang itu bersiap untuk menapakinya. Berbeda dengan Surya yang memilih untuk belakangan meninggalkan mesjid megah itu. Dia lebih senang duduk di anak tangga ketujuh sambil mengamati suasana yang mulai terbangun. Mencuri aura kehidupan yang dimuntahkan oleh desa kecil yang berada jauh dari kota ini. Dia asyik sendirian, ditemani dinginnya pagi. Satu tarikan nafas panjang menandakan bahwa dirinya berada dalam kondisi paling tenang…….

Cuplikan 2

Mestinya kalian tahu, ibu orangnya begitu. Kalau situasinya sudah begini, aku mesti siap-siap, ujarnya dengan kepala tetap di dalam ember. Tidak ada yang menjawab. Lama dia menunggu barang satu kata yang berpihak kepadanya. Tapi percuma, semua tetap masih diam. Hanya ratusan mata yang kini bertebaran dimana-mana. Apa boleh buat, jika upaya menghindar sudah tidak bisa lagi, satu-satunya jalan adalah melawan. Siap perang sampai jantung pecah meledak. Semangat perlawanan segera diteriakan, sementara kuku kakinya mencekeram kuat masuk kedalam tanah. Tangannya mengepal, semua tenaga yang kini terpusat diujung nafas yang makin menderu. Telinganya mulai menangkap suara dukungan dari ribuan sel otaknya. lawan!…lawan!…lawan!…lawan!

Cuplikan 3

Ada kupu-kupu melintas diatas kepalanya. Warnanya terang dengan ribuan titik-titik kuning kebiruan tersusun lurus dari ekor sampai kepala. Kupu-kupu itu bernyanyi tentang surga dan dia suka karena suaranya merdu. Dia pun ikut bernyanyi, menari bersama, sampai datang suara lembut lain di ujung telinganya. Suara lembut itu masuk lewat rongga telinga sebelah

kanan. Waktu itu Mariam menengok.”

Mariam anakku, bangun nak, …ini bapak, nak,”

21
Jun
08

resensi : BUKU “cinta membawa mereka…”

21
Jun
08

DAPATKAN !!!! resensi buku BEDA catatan 3

21
Jun
08

RESENSI “BEDA” pada Catatan 1




Blog Stats

  • 4,187 hits

 

November 2009
R K J S M S S
« Okt    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930