Jilid 1 : Menelaah judul di atas, membuat kita harus berfikir. Dasar pemikirannya adalah, apa sebenarnya yang kita kerjakan dalam hidup di dunia ini ?.
Kehidupan adalah gerak hidup itu sendiri. Adapun hidup itu adalah mutlak, ketetapan dari pemberi hidup. Namun persoalan kehidupan adalah persoalan bagaimana kita membangun hidup kita. Bagaimana kita mengisinya, menjalaninya. Kita menciptakan norma dan sistem yang di gunakan dalam membangun kehidupan dan itu berlangsung secara terus menerus.
Hidup itu sendiri sebenarnya adalah bagian dari sistem yang berlaku dalam alam semesta ini. Sistematis hidup yang kita kenal sebagai hukum alam atau sunatullah sudah ada dan tersedia, kita hanya tinggal menjalankan, menyelaraskan, mengolah dan mengembangkannya sesuai dengan tujuan yang kita pilih. Sistematis hidup adalah mutlak dan harus menjadi acuan kita, karena jika kita membangun kehidupan yang bertentangannya, maka akan terjadi konflik yang berkepanjangan, kehilangan arah dan bentuk, baik di tingkat pemikiran maupun pelaksanaannya.
Membangun kehidupan adalah wajib bagi kita sebagai manusia. Hal itu perlu karena kita ingin mendapatkan hasil yang baik dari kehidupan yang ada. Untuk itu, sang pencipta sudah melengkapi perangkat hardware maupun software dalam diri kita. Mulai dari akal, sampai kepada bahasa sebagai alat komunikasi. Kemampuan gerak, ilham, kreatifitas, semua di berikan kepada kita. Jadi, jika kita tidak mau membangun kehidupan ini, padahal semua telah diberi olehNYA, maka kita sebenarnya bukan mahluk hidup. Kita terjepit di ruang kosong, kita menjadi bukan siapa-siapa, bingung dan sesat. Membangun kehidupan adalah pembuktian bahwa kita hidup dan meyakini ada yang memberi hidup.
0 Tanggapan ke “MEMBANGUN KEhidupAN”