02
Okt
08

SAAT KEPALA BERJALAN SENDIRI

Betapa sampai saat ini kita sangat bergantung pada kepala. Bukan apa-apa karena didalamnya tersimpan bermacam keinginan. Dari yang sederhana hingga kepada bentuk-bentuk yang rumit. Dalam sehari kita bisa menggunakan kepala untuk berbagai kepentingan ( makanya dia sering sakit..!) Baik yang positif maupun yang negatif, semua berangkat dari kepala kita.

Saya sempat berpikir, kenapa juga tuhan membuat semuanya berkumpul dikepala. Mata untuk melihat, hidung untuk mendengar dan mulut sebagai humasnya. Mengapa tidak sekali-kali mata diletakkan dikaki agar kita bisa melihat celana dalamnya artis atau pantat besarnya ibu pejabat?!. Mumet aku…..

Dari kepala juga diri ini kemudian bergerak mencari bentuk. Setelah teman-teman pada pergi ( saya kira tadinya cuma pergi makan atau kewarnet ) eh ternyata pada kagak balik. Jadilah kepala ini penuh dan mulai memberontak mencari teman. Syukur pada malam lebaran yang baru lewat, film komedi saya akhirnya tayang. Meski terasa hambar, namun cukup membuat kepala ini terdiam sebentar. Setidaknya dia menikmati karyanya sendiri. Apalagi orang yang ada disekitarnya dapat tersenyum dengan menaikan ujung bibir mereka sekitar satu senti saja, cukuplah….

Setelah hampir dua minggu saya biarkan kepala ini berjalan sendiri, mencari kawannya dan membentuk kembali sesuai keadaan yang ada saya cukup tenang. Hati saya larang untuk ikut mengomentari. Belum saatnya, saya bilang……

Ada satu ganjalan yang mungkin nggak penting2 amat. Andai saja teman-teman masih disini mungkin kepala saya tambah senang, tapi sudahlah saya tidak berharap banyak. Toh mereka juga punya kepala yang juga butuh hidup……salam


3 Tanggapan ke “SAAT KEPALA BERJALAN SENDIRI”


  1. Oktober 11, 2008 pukul 7:32 am

    Saat kepala ini tengah melangkah sendiri, ku terhenti sejenak. kukeluarkan sebuah binokuler sederhana dari ranselku, kuletakkan di depan mataku, mencoba melihat kepala lain yang nun jauh disana….

    sedikit tersenyum, tangankupun melambai… hai….!

  2. 2 khinanty
    Oktober 15, 2008 pukul 6:14 am

    Saat kepala ku ini bengal hendak berjalan sendiri, aku bingung hendak aku apakan badanku ? saat ku putuskan hendak ku taruh saja otakku di perutku biar dia berpikir hendak kemana badan itu menuju, ternyata kepalaku tetap diam. karena menjadi kepala kosong.

    Dan saat kepalaku berjalan sendiri, aku tidak bisa membalas lambaian tangan temanku iyang4. Jadi apa gunanya kepala tanpa badan dan badan tanpa kepala ?????!!!!!!

  3. Oktober 20, 2008 pukul 11:18 am

    Dan kepala yang lain datang dg malu2, sambil berkata…
    Boleh ikut bergabung?


Tinggalkan Balasan




Blog Stats

  • 4,292 hits

 

Oktober 2008
R K J S M S S
« Jul   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031