Hati kita hanya punya dua ruang yang dapat kita masuki. Pertama jika kita membutuhkan kesedihan dan yang kedua jika kita ingin kegembiraan. Hati adalah tempat dimana ruangannya sejuk meski tanpa air conditioning. Menangislah disana jika kita memang perlu itu. Dijamin tidak ada yang melihat apalagi mentertawakan kita karena kita menangis. Merenunglah disana jika persoalan dikepala sudah mulai meluber dan tumpahannya kemana-mana. Tidak perlu penasehat, tidak perlu psikolog, aatu ibu yang biasa meninabobokan kita. Kawan hati adalah rumah tempat kita kembali jika lelah sudah mendera. ——-makanya tau batas dong.
Salam,
terkadang hati ini terlalu bingung untuk merasakan apa yang terjadi. Hingga tak pernah air mata ini menetes. Diam bagiku adalah cara yang terbaik.
Antara kepala dan hati (baca jantung) letaknya berjauhan, jika dibanding antara mata dan telinga, tetapi ajaibnya, suara hati sangat mudah sampai di kepala sbg pusat kendali, seharusnya… hati mampu mengontrol pikiran untuk bertindak. Karena suara hati cenderung jujur. Tetapi lbih sering terjadi, suara hati terabai oleh ‘hasrat’ yg menguasai pikiran.
Jadi, bagaimana menguasai hasrat dan mengendalikannya?