Arsip untuk Juni 21st, 2008

21
Jun
08

SAPA SALAM

Dua puluh empat jam itu singkat sekali, apalagi ketika kepala ini penuh dengan berbagai rencana. Karena itu aku merasa bersalah karena terlamabt merespon sapa teman-teman. Tapi aku yakin teman-teman adalah benar-benar teman jadi aku nggak takut kalian tinggal.

Dalam kesempatan ini aku mau sampaikan bahwa buku BEDA sudah menyebar mulai dari Jakarta hingga ke Denpasar. Bisa dibeli di GRAMEDIA atau TOGA MAS.

Tidak dalam waktu lama buku ketiga yang judulnya NYANYIA SUNYI akan segera dirilis….tunggu ya.!!

21
Jun
08

NYANYIAN SUNYI….sebuah novel

SEGERA TERBIT !!!

Cuplikan 1

_Surya baru saja keluar dari mesjid setelah selesai sholat subuh. Bangunan suci nan megah dengan sembilan pilar penyanggah itu terang benderang ditaburi puluhan lampu mercuri yang terpancar dari setiap sudut. Disamping kanan depan, berdiri menara tegak kokoh. Sengaja dibuat indah yang seindah-indahnya, dengan hiasan marmer corak kembang-kembang kelas satu yang diatasnya, paling atas dipasang empat buah pengeras suara berkekuatan tinggi yang mengurung penjuru angin. Untuk masuk kedalam ruang utama terdapat sepuluhan anak tangga yang memanjang. Sedangkan halamannya yang luas digunakan sebagai tempat parkir kendaraan. Dilengkapi dengan lampu taman dan pohon kesambi rindang. Rumah ibadah yang diwarnai hijau daun itu megah.

Pagi itu, masih terdengar sayup suara orang mengaji mengiring matahari bergerak keluar, menjejakkan keberadaannya di bumi yang rentan dan tua. Sekitar sepuluhan orang menuruni anak tangga dan langsung keluar, kembali kerumah masing-masing. Ibadah baru saja selesai, perjalanan hidup masuk pada babak berikutnya, mewarnai hati mereka. Berbagai gambaran keberhasilan maupun kesusahan terhampar rata dijalanan takdir. Orang – orang itu bersiap untuk menapakinya. Berbeda dengan Surya yang memilih untuk belakangan meninggalkan mesjid megah itu. Dia lebih senang duduk di anak tangga ketujuh sambil mengamati suasana yang mulai terbangun. Mencuri aura kehidupan yang dimuntahkan oleh desa kecil yang berada jauh dari kota ini. Dia asyik sendirian, ditemani dinginnya pagi. Satu tarikan nafas panjang menandakan bahwa dirinya berada dalam kondisi paling tenang…….

Cuplikan 2

Mestinya kalian tahu, ibu orangnya begitu. Kalau situasinya sudah begini, aku mesti siap-siap, ujarnya dengan kepala tetap di dalam ember. Tidak ada yang menjawab. Lama dia menunggu barang satu kata yang berpihak kepadanya. Tapi percuma, semua tetap masih diam. Hanya ratusan mata yang kini bertebaran dimana-mana. Apa boleh buat, jika upaya menghindar sudah tidak bisa lagi, satu-satunya jalan adalah melawan. Siap perang sampai jantung pecah meledak. Semangat perlawanan segera diteriakan, sementara kuku kakinya mencekeram kuat masuk kedalam tanah. Tangannya mengepal, semua tenaga yang kini terpusat diujung nafas yang makin menderu. Telinganya mulai menangkap suara dukungan dari ribuan sel otaknya. lawan!…lawan!…lawan!…lawan!

Cuplikan 3

Ada kupu-kupu melintas diatas kepalanya. Warnanya terang dengan ribuan titik-titik kuning kebiruan tersusun lurus dari ekor sampai kepala. Kupu-kupu itu bernyanyi tentang surga dan dia suka karena suaranya merdu. Dia pun ikut bernyanyi, menari bersama, sampai datang suara lembut lain di ujung telinganya. Suara lembut itu masuk lewat rongga telinga sebelah

kanan. Waktu itu Mariam menengok.”

Mariam anakku, bangun nak, …ini bapak, nak,”

21
Jun
08

resensi : BUKU “cinta membawa mereka…”

21
Jun
08

DAPATKAN !!!! resensi buku BEDA catatan 3

21
Jun
08

RESENSI “BEDA” pada Catatan 1

21
Jun
08

CATATAN PENA Sajian Beda dalam Membedah Perbedaan




Blog Stats

  • 4,434 hits

 

Juni 2008
R K J S M S S
« Apr   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930