17
Okt
07

Ridho

Perjalanan hidup adalah cerita manusia. sejarah yang tercatat pada diri dan dapat dijadikan alat pembelajaran dalam melihat dan merasakan hidup itu sendiri. Kita membutuhkan waktu untuk introspeksi dan kemajuan yang dicapai. Syukurlah jika kita selalu paham akan hal itu.
Dalam kehidupan banyak hal yang tidak dapat kita duga sebelumnya. seorang yang bercita-cita menjadi dokter, belum tentu itu akan terwujud bahkan kenyataannya dia hanya menjadi seorang penjaga toko, misalnya. Itu semua kerap terjadi, walau kita selalu berusaha untuk tidak mempedulikannya, Rasa kegagalan akan selalu tertanam di alam bawah sadar. Karena itulah kita punya kemampuan membandingkan diri kita dengan orang lain. Database negatif yang tersimpan di alam bawah sadar itu akan menjadi referensi manusia dalam ucap, laku dan lampahnya. Perjalanan hidup seseorang adalah gambaran lengkap dari informasi yang dia dapatkan selamam dalam proses pembelajaran. Mengapa itu bisa terjadi?”. Pada satu sisi, kondisi ternyata berada dalam alurnya sendiri dan kita memiliki keterbatasan untuk dapat selalu menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Kita sungguh sangat rentan dengan kondisi, ketidakmampuan mengatasi permasalahan lebih disebabkan karena kurangnya data yang kita miliki, sehingga pada titik dia harus melakukan perlawanan, dia akan melakukan hal-hal yang destruktif. Disisi yang lain kitapun harus mau berfikir, mencari penyebab ketidak sinkronan itu, walau kadang persoalan hidup tidak selalu dapat dipecahkan dengan menggunakan akal. Jadi bagaimana menyiasatinya?. Jika demikian kita mesti kembali kepada nilai-nilai keyakinan, untuk mengkoreksi apa yang telah sengaja kita lakukan sehingga kita terposisikan demikian. Keyakinan adalah kekuatan untuk mengatasi ketidak mampuan. Ini akan menjadi lebih dahsyat jika digabungkan dengan pengalaman.
Ada ungkapan yang mengatakan bahwa sesungguhnya ridho Allah adalah ridho orang tua, murka Allah adalah murka orang tua dan Pengampunan Allah adalah pengampunan orang tua. Ada dua sisi yang harus dipahami. Pertama adalah sejauh manakah tanggung jawab orang tua pada anaknya. Apakah telah sesuai dengan fungsi dan wewenangnya. Hal ini perlu, karena mestinya tanggung jawab anak ada diwilayahnya. Orang tua pasti mewariskan nama untuk anak mereka, luar biasa, ini bukan tanggung jawab yang ringan, sebab nama akan ikut menentukan status sosial anak. Kedua, orang tua juga harus memberikan kehidupan, pendidikan, mengajarkan etika sehingga ucap, laku dan lampah terjaga dan diterima oleh masyarakat. Setiap orang tua pasti berharap anaknya menjadi anak yang soleh, berguna bagi nusa ,bangsa dan agama. Jadi jika kelak anak berhasil dalam hidup, itu semata-mata karena Allah Ridho atas permintaan orang tua.
Setelah anak-anak dewasa orang tua masih menjalankan tanggung jawabnya. Menikahkan anaknya. Walau kadang tidak punya dana, orang tua pasti akan berusaha mewujudkan keinginan anaknya untuk menikah. Sekali lagi Ridho Allah sampai pada diri kita melalui orang tua dan itu bentuk tanggung jawab orang tua kepada anaknya
Namun pudarlah semua harapan orang tua karena tidak jarang setelah besar ataupun sukses anaknya tega melakukan sesuatu yang kurang berkenan kepada orang tua.
Ada kesedihan dan duka dihati orang tua, padahal tidak kurang-kurangnya mereka memberikan hal yang baik kepada anak-anaknya. Jika sudah begini kemana Ridho yang diberikan oleh Allah melalui orang tua kita. Karena itu berusahalah untuk selalui ingat, jika kita berhasil berarti itulah doa orang tua yang diridhoi Allah. Namun jika kita gagal dalam menata hidup, cobalah periksa diri kita apakah kita pernah menyakiti orang tua kita. Semoga bermanfaat, Amin


0 Tanggapan ke “Ridho”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan




Blog Stats

  • 4,305 hits

 

Oktober 2007
R K J S M S S
    Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31